UJIAN-AKHIR-SEMESTER-GENAP-2020/2021-ILMU-SOSIAL-DAN-BUDAYA-DASAR-KAMPUS-ITBI-MILENIAL-MEDAN
Nama : Falensius Mendrofa
Kelas : Pagi
Jurusan : Teknik Industri S1
UAS T. P 2020/2021
JAWABAN
No 1
Empat pilar tersebut ialah: (1) learning to Know (belajar untuk mengetahui), (2) learning to do (belajar untuk terampil melakukan sesuatu), (3) learning to be (belajar untuk menjadi seseorang), dan (4) learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama).
a. learning to know
Pilar pertama ini memeliki arti bahwa para peserta didik
dianjurkan untuk mencari dan mendapatkan pengetahuan
sebanyak-banyaknya, melalui pengalaman-pengalaman. Hal
ini akan dapat memicu munculnya sikap kritis dan semangat
belajar peserta didik meningkat. Learning to know selalu
mengajarkan tentang arti pentingnya sebuah pengetahuan,karena didalam learning to know terdapat learning how to
learn, artinya peserta didik belajar untuk memahami apa yang
ada di sekitarnya, karena itu adlah proses belajar. Hal ini
sesuai pendapat Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004:
128) yaitu belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman
individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
b. learning to do
Pilar kedua menekankan pentingnya interaksi dan
EHUWLQGDN ³GL VLQL SDUD peserta didik diajak untuk ikut serta
dalam memecahkan permasalahan yang ada di sekitarnya
melalui sebuah tindakan nyata¥. Belajar untuk menerapkan
ilmu yang didapat, bekerja sama dalam sebuah tim guna untuk
memecahkan masalah dalam berbagai situasi dan kondisi.
Learning to do berkaitan dengan kemampuan hard skill dan
soft skill. Soft skill dan hard skill sangat penting dan
dibutuhkan dalam dunia pendidikan, karena sesungguhnya
pendidikan merupakan bagian terpenting dari proses
penyiapan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas,
tangguh, dan terampil dan siap untuk mengikuti tuntutan
zaman.
c. learning to be
Pilar ketiga artinya bahwa pentingnya mendidik dan
melatih peserta didik agar menjadi pribadi yang mandiri dan
dapat mewujudkan apa yang peserta didik impikan dan cita-
citakan.
Penguasaan pengetahuan dan keterampilan (soft skill
dan hard skill) merupakan bagian dari proses menjadi diri
sendiri (learning to be). Menjadi diri sendiri dapat diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri.
Belajar untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma dan
kaidah yang berlaku di masyarakat, belajar menjadi orang
yang berhasil, sesungguhnya merupakan proses pencapaian
aktualisasi diri.
d. learning to live together
Pilar terakhir artinya menanamkan kesadaran kepada
para peserta didik bahwa mereka adalah bagian dari kelompok
masyarakat. jadi, mereka harus mampu hidup bersama.
Dengan makin beragamnya etnis di Indonesia, kita perlu
menanamkan sikap untuk dapat hidup bersama.
Pada pilar keempat ini, kebiasaan hidup bersama, saling
menghargai, terbuka, memberi dan menerima perlu
dikembangkan disekolah. Dengan kemampuan yang dimiliki
oleh peserta didik, sebagai hasil dari proses pembelajaran,
dapat dijadikan sebagai bekal untuk mampu berperan dalam lingkungan di mana individu tersebut berada, dan sekaligus
mampu menempatkan diri sesuai dengan perannya.
No 2
Ilmu Sosial Budaya Dasar, yang lebih kita kenal dengan singkatan ISBD,
adalah suatu ilmu yang memiliki kompetensi penguasaan pengetahuan
tentang keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia sebagai
individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat, serta
memahami dan menghormati estetika, etika dan nilai-nilai budaya yang
menjadi pedoman bagi keteraturan dan kesejahteraan hidup dalam menata
hidup kebersamaan dalam masyarakat.
ISBD memiliki peranan yang penting dalam sistem pendidikan di
Indonesia. Keberadaan mata kuliah ini di tingkat perguruan tinggi menjadi
suatu ilmu dasar yang wajib dimiliki setiap mahasiswa karena keilmuannya
yang diharapkan dapat menjadikan mahasiswa sebagai makhluk sosial dan
budaya yang baik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Untuk melihat kedudukan ISBD dalam tataran keilmuan yang ada,
penting bagi kita untuk memahami visi, misi dan tujuan dari ISBD itu
sendiri. Paparan tentang visi, misi dan tujuan mata kuliah ISBD baru akan
kita bahas lebih kegiatan belajar 3 dari modul 1 ini. Akan tetapi, tidak ada
salahnya jika sekarang kita menyinggung sedikit tentang visi, misi dan tujuan
ISBD.
Visi ISBD adalah membentuk mahasiswa sebagai manusia terpelajar
yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan
manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan
bermasyarakat. Sedangkan misi ISBD adalah memberikan landasan wawasan
yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta
bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
Selanjutnya, Tujuan ISBD secara umum adalah:
1. mengembangkan kesadaran mahasiswa dalam menguasai pengetahuan
tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu
dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat,
2. menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman
dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan
moral dalam kehidupan bermasyarakat,
3. memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta
keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat,
selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan
pengetahuan akademik dan keahliannya.
Dalam masyarakat yang heterogen, seperti Indonesia, tentunya sikap
individualistis dan diskriminatif bukanlah nilai-nilai berkehidupan yang
diharapkan. Untuk itu, perlu dikembangkan nilai-nilai yang mampu
mendukung sikap, perilaku dan pandangan hidup yang dapat menyelaraskan
kehidupan masyarakat dengan segala keragamannya, seperti
keanekaragaman, kesederajatan dan kemartabatan setiap manusia sebagai
individu dan makhluk sosial. Dengan demikian, individu-individu manusia
yang hidup bersama dalam suatu ikatan kemasyarakatan dapat hidup bersama
dengan saling menghargai dan menghormati segala perbedaan yang ada.
Nilai-nilai berkehidupan bersama seperti ini adalah nilai-nilai yang juga
menjadi bagian dari isi mata kuliah ISBD. Untuk itulah maka ISBD sering
juga disebut sebagai MBB-ISBD, yaitu Mata kuliah Berkehidupan
Bermasyarakat-Ilmu Sosial Budaya Dasar.
Dengan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) ini mahasiswa
diharapkan dapat mengembangkan potensinya sebagai manusia Indonesia
yang:
1. peka, berwawasan, berdaya nalar tentang lingkungan sosial dan alamnya;
2. sadar dan memahami hakikat hidup bersama sebagai anggota masyarakat
yang bertanggung jawab terhadap lingkungan (lingkungan sosial maupun
lingkungan alamnya);
3. berkemampuan adaptasi secara aktif, membina hubungan dengan
lingkungan, baik sosial maupun alam, secara berkelanjutan.
👉Berdasarkan visi misinya tersebut, maka mata kuliah ISBD, secara
umum memiliki tujuan untuk:
a. mengembangkan kesadaran mahasiswa dalam menguasai pengetahuan
tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu
dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat;
b. menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa dalam
memahami dan memecahkan masalah sosial-budaya dengan landasan
nilai estetika, etika, moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat;
c. memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta
keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat, selaku
individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan
pengetahuan akademis dan keahliannya.
No 3.
Visi ISBD adalah Mahasiswa selaku individu dan makhluk sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka, dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.
👉yang artinya : Mengembangkan kesadaran mahasiswa dalam menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat
Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial budaya dengan landasan nilai estetika, etika, moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat
Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta memberikan keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademis dan keahliannya.
No 4
Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat.
Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika, moral, hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera
Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis, analis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat.
No 5
Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika,
moral, hukum dan budaya sebagai landasan
untuk menghormati dan menghargai antara
sesame manusia sehingga akan terwujud
masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera
👉artinya bahwa isbd salah satu ilmu materi yang mendasari yang menumbuhkan kesadaran manusia akan etika, moral, hukum, dan budaya yang pada umumnya harus kita taati dan patuhi sesuai keragaman budaya
No 6.
Memberikan dasar-dasar untuk memahami
masalah sosial dan budaya serta mampu
bersikap keritis, analitis, dan responsive untuk
memecahkan masalah tersebut secara arif di
masyarakat
👉yang artinya menumbuhkan sifat sikap dingin dan mampu mengambil sikap siap tenang dalam memecahkan suatu masalah yang secara arif atau aktif dan berfedah
No 7
👉artinya “Pendidikan umum mempersiapkan generasi muda
terlibat dalam kehidupan umum sehari-hari dalam
kelompok mereka, yang merupakan unsur kesatuan
budaya, berhubungan dengan seluruh kehidupan yang
memenuhi kepuasan dalam keluarga, pekerjaan, sebagai
warga negara, selaku umat yang terpadu serta penuh
dengan makna kehidupan”.
No 8
👉artinya “Pendidikan umum merupakan proses
pembangkitan makna-makna yang esensial yang
membimbing pelaksanaan hidup manusia melalui
perluasan dan pendalaman makna-makna tadi“Bahwa makna makna esensial yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan
budaya manusia meliputi enam pola, yaitu Simbolik,
Empirik, Estetik, Etik, dan Sinoptik. Jika dikaji secara
historis, studi sosial, dan studi kebudayaan memiliki
tujuan yang beragam.
No 9
👉Mendidik mahasiswa menjadi ahli dibidang ilmu
Tujuannya menumbuhkan Warga Negara yang baik.
No 10
Sifat hakikat kebudayaan itu antara lain : 1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat prilaku manusia. 2. kebudayaan telah ada terlebih dahulu sebelum generasi tertentu lahir dan berlaku sampai selama-lamanya hingga generasi ke generasi.
TERIMAKASIH
Komentar
Posting Komentar